RABIES

Penyakit rabies atau anjing gila sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat karena penyakit ini sangat berbahaya. Apalagi akhir – akhir ini korban penyakit rabies semakin hari semakin meningkat. Penyakit anjing gila merupakan suatu penyakit menular yang akut , menyerang susunan saraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit rabies merupakan penyakit Zoonosa ( penyakit yang dapat menular kemanusia ) yang sangat berbahaya dan ditakuti serta menggangu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala klinis penyakit rabies timbul maka biasanya akan diakhiri dengan kematian. Masyarakat sudah sebagian besar mengetahui penyakit rabies tetapi mereka belum sadar akan bahaya rabies. Dimana kalau ada masyarakat yang digigit anjing , biasanya anjing itu langsung dibunuh sehingga menghambat proses pengobatan terhadap korbannya. Dan masih ada yang berobat ke dukun untuk penyembuhan rabies dan baru datang ke rumah sakit apabila kondisi korban sudah parah.

PEMBAHASAN

2.1 Penyebaran Rabies Di Indonesia

Daerah di Indonesia yang saat ini masih tertular rabies sebanyak tujuh belas Propinsi meliputi Pulau Bali, Sumatra ( Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Lampung ), Pulau Sulawesi (Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara ), Pulau Kalimantan ( Kalimantan Selatan dan Kalimantann Timur ), Pulau Flores dan kasus yang terakhir terjadi di Propinsi Maluku ( Kota Ambon dan Pulau Seram ).
Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewan lainnya atau manusia melalui gigitan dan kadang melalui jilatan. Virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke medulla spinalis dan otak, yang merupakan tempat mereka berkembangbiak. Selanjutnya virus akan berpindah lagi melalui saraf ke kelenjar liur dan masuk ke dalam air liur.

2.2 Cara Penularan Penyakit Rabies
2.2.1 Masa inkubasi
Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul pada hewan kurang lebih 2 minggu. Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai 1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada :
 Dalam dan parahnya luka bekas gigitan
 Lokasi luka gigitan
 Banyaknya saraf di sekitar luka gigitan
 Pathogenetis dan jumlah virus yang masukmelalui gigitan
 Jumlah luka gigitan
Hewan yang rentan dengan rabies yaitu semua hewan berdarah panas. Rabies secara alami terdapat pada anjing, kucing, kera, kelelawar, dan karnivora liar.

2.3 Tahapan penyakit rabies
Perjalanan penyakit rabies pada anjing dan kucing dibagi dalan tiga fase ( tahap) :
 Fase Prodormal yaitu hewan mencari tempat dingin dan menyendiri, tetapi dapat menjadi lebih agresifdan nerves, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari.
 Fase Eksitasi yaitu hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya dan memakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran, selanjutnya masuk ke fase paralisa.
 Fase Paralisa yaitu hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian.

2.4 Diagnosa penyakit rabies
Jika seseorang digigit hewan maka hewan yang menggigit harus diawasi. Immunofluoresensi ( tes antibodifluoresensi ) yang dilakukan terhadap hewan tersebut menderita rabies. Biopsi kulit, pemeriksaan kulit leher dengan cara diperiksa dengan mikroskop, biasanya dapat menunjukan adanya virus.

2.5 Gejala penyakit dikenal dalam tiga bentuk :

a. Bentuk ganas ( Furious rabies ) masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam
2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. Tanda-tanda yang sering terlihat :
 Hewan menjadi penakut atau menjadi galak
 Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif.
 Tidak menuruti perintah majikannya.
 Nafsu makan hilang dan air liur meleleh tak terkendali.
 Hewan akan menyerang benda yang ada di sekitarnya dan memakan barang, benda-banda asing seperti kayu, batu dan lain sebagainya.
 Menyerang dan menggigit barang yang bergerak apa saja yang dijumpai.
 Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
 Ekor diantara dua paha.
b. Bentuk diam ( Dumb Rabies ) masa esitasi pendek, paralisa cepat terjadi. T
Tanda-tanda yang sering terlihat :
 Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk.
 Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat.
 Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka.
 Air liur keluar terus menerusmati
c. Bentuk Asystomatis ( tidak bersifat ). Tanda-tanda yang sering terlihat :
 Hewan tidal menunjukan gejala sakit
 Hewan tiba-tiba mati.

2.6 Tanda – tanda penyakit anjing gila pada manusia :

- Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan seperti anjing, kucing, dan kera
- Dilanjutkan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual/muntah-muntah.
- Pupil mata membesar, bicara tidak karuan, selalu ingin bergerak dan nampak kesakitan.
- Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
- Rasa takut yang berlebihan pada air, peka terhadap suara keras, cahaya dan angin/udara.
- Kejang-kejang lalu mengalami kelumpuhan dan akhirnya meninggal dunia. Biasanya penderita meninggal 4-6 hari setelah gejala-gejala timbul.

2.7 Penanganan, Pengobatan, Dan Pencegahan Rabies

2.7.1 Penanganan Terhadap Rabies
a. Apabila seseorang digigit hewan yang tersangka rabies, maka tindakan
yang harus dilakukan adalah :
o Mencuci luka gihitan dengan sabun atau dengan deterjen selama 5-10 menit di bawah air mengalir/ diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau yodium tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah observasi hewan.
o Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang khasus penggigitan tersebut.
o Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi dan diperiksa kesehatannya selama 10-14 hari.
o Bila hewan yang memggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan , maka orang yang tergigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi.

2.7.1 Tindakan terhadap anjing, kucing, atau kera yang dipelihara
Anjing , kucing, dan kera yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut :
- Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya, maka hewan hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negatif rabies maka hewan tersebut harus mendapat vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali kepada pemiliknya.
- Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus diusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberi vaksinasi rabies.
- Bila hewan yang menggigit sulit ditangkap dan terpaksa harus dibunuh, maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Pengobatan Pada Penyakit Rabies

Pada hewan tidak terdapat pengobatan yang efektif sehingga apabila hasil diagnosa positif rabies, diindikasikan mati/euthanasia. Sedangkan pada manusia dapat dilakukan pengobatan pasteur, pemberian VAR dan SAR sesuai dengan prosedur standar operasi (SOP). Jika segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat, maka seseorang yang digigit hewan yang menderita rabies kemungkinan tidak akan menderita rabies. Orang digigit kelinci dan hewan pengerat (termasuk tikus ) tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut jarang terinfeksi rabies. Tetapi bila digigit binatang buas (rubah dan kelelawar) diperlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut mungkin saja terinfeksi rabies.
Tindakan pencegahan yang paling penting adalah penanganan luka gigitan sesegera mungkin. Daerah yang digigit dibersihkan dengan sabun , tusukan yang dalam disemprot dengan air sabun. Jika luka telah dibersihkan, kepada penderita yang belum pernah mendapatkan imunisasi dengan vaksin rabies diberikan suntikan immunoglobulin rabies, dimana separuh dari dosisnya disuntikan di tempat gigitan. Jika belum pernah mendapat imunisasi, maka suntikan vaksin rabies diberikan pada saat digigit hewan rabies dan pada hari ke 3,7,14 dan 28. Nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan biasanya bersifat ringan. Jarang terjadi reaksi alergi yang serius, kurang dari 1% yang mengalami demam setelah menjalani vaksinasi. Jika penderita pernah mendapatkan vaksinasi, maka risiko menderita rabies akan berkurang, tetapi luka gigitan harus tetap dibersihkan dan diberi 2 dosis vaksin ( pada hari 0 dan 2 ). Sebelum ditemukannya pengobatan, kematian biasanya terjadi dalam 3-10 hari. Kebanyakan penderita meninggal karena sumbatan jalan nafas (asfiksia), kejang, kelelahan atau kelumpuhan total. Meskipun kematian karena rabies diduga tidak dapat dihindari, tetapi beberapa orang penderita selamat. Mereka dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk terhadap gejala-gejala pada paru-paru, jantung dan otak. Pemberian vakasin maupun immunoglobulin rabies tampaknya efektif jika suatu saat penderita menunjukan gejala-gejala rabies.
Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera setelah terjangkit. Sebagai contoh , vaksinasi bisa diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terhada terjangkitnya virus, yaitu Dokter hewan.. melakukan vaksinasi mata terhadap anjing, kucing dan kera serta menghindari hewan peliharaan kontak dengan hewan liar.

Baca Artikel Yang Lain:
Tubuh Langsing Tanpa Diet Ketat
Olahraga Sehat Sehari-Hari 2012
Rahasia Panjang Umur Pasien Diabetes Tertua (Bob Krause)
Diet Sehat Untuk Diabetes Mellitus
Pengobatan Diabetes Mellitus ( DM)
Penyebab Penyakit Diabetes Mellitus
Gejala-Gejala Diabetes Mellitus
Ancaman Penyakit Diabetes Mellitus
Buah Alpokat (Avocado) Yang Banyak Manfaat
Manfaat Buah Pisang Yang Patut Diperhitungkan
Makanan Cerdas Untuk Otak Cerdas
Penyakit Rabies

About these ads